Kamis, 17 Januari 2013

PENGERTIAN AKHLAK DAN RUANG LINGKUPNYA



BAB I
PENDAHULUAN


              Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya bagi umat Islam, namun juga bagi orang-orang yang tidak percaya dengan Islam, bahkan yang memusuhi Islam sekalipun. Islam yang hadir pada saat manusia dalam kegelapan dan kebekuan moral, telah merubah dunia dengan wajah baru, terutama dalam hal “revolusi akhlak”.

            Akhlak pada dasarnya melekat pada diri seseorang, bersatu dengan perilaku atau perbuatan. Jika perilaku yang melekat itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk atau akhlak mazmumah. Sebaliknya, apabila perilaku tersebut baik disebut akhlak mahmudah.

              Nabi Muhammad SAW di utus, tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia dari kebiadaban menuju umat yang berkedaban, sebagaimana sabda beliau SAW: “Sesungguhnya aku diutus tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak” . Oleh karena itu sudah selayaknya kita sebagai pengikut beliau untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau, salah satunya adalah berakhlak sesuai dengan akhlak Nabi SAW. Begitu pentingnya akhlak, maka dalam makalah ini akan dibahas akhlak terhadap Allah SWT dan rasul-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW.



BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Akhlak

               Akhlak dapat didefinisikan dari dua sudut, yakni dari sudut kebahasaan (etimologi), dan dari sudut istilah (terminologi). Dari sudut kebahasaan akhlak berarti perangai, tabiat (kelakuan atau watak dasar), kebiasaan atau kelaziman, dan peradaban. Dalam kamus Al Mu’iam Al Falsafi, akhlak mengandung pengertian agama.
               Akar kata dari akhlak adalah dua kata, yakni khilqun (tabiat) dan khulqun (makhluk), sebagaimana dapat kita jumpai dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits:

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung dan luhur” (QS. Al-Qalam:4)

“Bahwasanya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq (budi pekerti)”
(HR. Ahmad)

Adapun pengertian akhlak secara terminologi dapat kita jumpai dari pendapat beberapa ‘ulama:
1. Imam Al-Ghazali mendefinisikan akhlak:
Sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran.
2. Syekh Ibrahim Anis mendefinisikan akhlak:
Sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.

Dari kedua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi kepribadiannya.

2. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa ada pemikiran.
3. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri seseorang yang tanpa adanya paksaan atau tekanan dari luar.

4. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, jadi bukan karena main-main atau sandiwara.

B.     Tujuan Mempelajari Pendidikan Akhlak

            Setelah kita mempelajari akhlak, yang pasti kita sudah tahu apa yang akan kita kerjakan, karena akhlak itu ada yang baik dan ada yang buruk tinggal kita sendiri yang mengaturnya apakah ambil yang baik atau yang buruk. Karena kita orang yang beragama islam yang seharusnya berakhlak mulia. Kita harus berakhlak baik untuk diri kita sendiri juga pada orang lain, beberapa contoh perlunya pendidikan anak-anak yang akan dilakukan oleh orang tua sebagai berikut :

1) Harus mendidik anak-anaknya kearah yang baik serta mencegah pergaulan mereka dengan teman-teman yang jahat.

2) Jangan biarkan mereka menyenangi perhiasan dan kemewahan tau kesenangan, agar mereka tidak terbiasa selalu mencari kesengan yang bisa menghancurkan sifatnya yang lurus.
3) Jika seorang anak sudah kelihatan sudah bisa membedakan antara baik dan buruk dengan terbitnya perasaan malu pada anak tersebut maka bantulah ia dengan meneruskan pendidikan dengan akhlaknya yang baik.

4) Seorang anak harus dilarang mengerjakan pekerjaan yang tersembunyi jika hal itu membawa kejelekan.

5) Harus diajarkan pentingnya memberi dan bukan meminta, dan pekerjaan sebagai peminta adalah pekerjaan yang rendah walaupun orang itu kaya, dan akan merupakan kehinaan jika orang itu fakir atau miskin.

6) Dilarang bersumpah baik benar maupun paslu agar tidak terbiasa dengan hal yang tersebut.

7) Usahakanlah agar takut melakukan pencurian, makan-makanan haram, berkhianat menipu, berdusta, melakukan hal-hal yang jelek dan lain sebagainya yang mungkin dapat di lakukan oleh mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah:
-          Supaya seseorang terbiasa melakukan yang baik, indah, terpuji, serta menghindari yang buruk, jelek, hina dan tercela.
-          Supaya interaksi manusia dengan Allah dan dengan sesame manusia lainnya senantiasa terpelihara dengan baik dan harmonis.


C.    Ruang Lingkup  Pembahasan Ilmu Akhlak

Adapun ruang lingkup pembahasan ilmu akhlak terbagi dalam beberapa bagian, yaitu:
1.      Akhlak terhadap Allah
Akhlak yang baik kepada Allah berucap dan bertingkah laku yang terpuji terhadap Allah SWT, baik melalui ibadah langsung kepada Allah, seperti shalat, puasa dan sebagainya, maupun melalui perilaku-perilaku tertentu yang mencerminkan hubungan atau komunikasi dengan Allah di luar ibadah itu.
2.      Akhlak terhadap manusia
-          Akhlak terhadap diri sendiri; setia, benar, adil, memelihara kesucian, malu, keberanian, kekuatan, kesabaran, kasih sayang, dan hemat.
-          Akhlak terhadap ibu dan bapak; patuh, ihsan, lemah lembut, merendahkan diri di hadapannya, berterima kasih, dan mendo’akan mereka.
-          Akhlak terhadap suami-istri; suami-istri merupakan ikatan yang menghubungkan kasih sayang seorang laki-laki dan perempuan, sehingga  melahirkan komunikasi yang baik dengan didasari kasih sayang yang tulus serta melahirkan hubungan yang harmonis.
-          Akhlak terhadap anak; merawat, mengasuh, membimbing dan mengarahkan anak merupakan bagian yang sangat penting dalam mengembangkan akhlak yang baik.
-          Akhlak terhadap tetangga; berperilaku terpuji terhadap tetangga sebagai bentuk sikap sociality of human.
3.      Akhlak terhadap lingkungan
Berakhlak kepada lingkungan alam adalah menyikapinya dengan cara memelihara kelangsungan hidup dan kelestariannya.
4.      Akhlak terhadap waktu
Berakhlak terhadap waktu adalah dengan disiplin waktu, khususnya dalam bidang ibadah yang dituntut untuk memperhatikan waktu. Sebagai contoh shalat lima waktu tidak dapat dikerjakan di luar waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, hidup tidak menghormati waktu atau tidak disiplin merupakan suatu sifat tercela dalam Islam dan sifat ini tidak layak dilakukan oleh seorang muslim.



BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan

  1. Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran.
  2. Ada beberapa alasan mengapa kita harus berakhlak baik kepada Allah SWT, antara lain:
a.       Allah lah yang menciptakan manusia
b.      Allah lah yang memberi perlengkapan yang sempurna kepada manusia.
c.       Allah lah yang telah menciptakan dan menyediakan sarana dan berbagai bahan yang dapat dipergunakan oleh manusia.
d.      Allah jualah yang telah memuliakan manusia dengan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
  1. Tujuan pendidikan akhlak adalah:
a.       Supaya seseorang terbiasa melakukan yang baik, indah, terpuji, serta menghindari yang buruk, jelek, hina dan tercela.
b.      Supaya interaksi manusia dengan Allah dan dengan sesame manusia lainnya senantiasa terpelihara dengan baik dan harmonis.
  1. Ruang lingkup pembasan ilmu akhlak adalah:
a.       Akhlak terhadap Allah
b.      Akhlak terhadap manusia
c.       Akhlak terhadap lingkungan
d.      Akhlak terhadap waktu


DAFTAR PUSTAKA


Ali Anwar Yusuf, Studi Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum, Bandung: Pustaka Setia, 2003.

Damanhuri Basyir, Ilmu Tasawuf, Banda Aceh: Yayasan Pena Banda Aceh, 2005.

Sayyid Ahmad Hasyimi Al-Mishri; Mukhtar, Al-Ahadits An-Nabawiyyah, Surabaya: Haromain Jaya.

Umar Barmawi, Materi Akhlak, Bandung: CV. Ramadhani, 1976.


Tidak ada komentar: